BUDIDAYA DAN PEMASARAN KELINCI

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i
HALAMAN IDENTITAS ii
HALAMAN PENGESAHAN iii
HALAMAN MOTTO iv
HALAMAN PERSEMBAHAN v

KATA PENGANTAR vi
DAFTAR ISI vii

BAB I : PENDAHULUAN
A. Alasan pemilihan judul 1
B. Tujuan penulisan karya tulis 1
C. Pembatasan masalah 2
D. Metode penyusunan 2
E. Sistematika penyusunan karya tulis 2

BAB II : LANDASAN TEORI
A. Pengertian Ternak 4
B. Asal-usul Kelinci 5
C. Kelinci Hias 7

  1. Mengenal Morfologi Kelinci 7
  2. Memahami Sifat dan Karakter 8

D. Pengertian Pemasaran 9

BAB III : BUDIDAYA DAN PEMASARAN KELINCI HIAS
A. Ternak Kelinci 11

  1. Latar Belakang 11
  2. Modal 11
  3. Persiapan Kandang dan Lokasi Kandang 12
  4. Lokasi Kandang 12

B. Cara Memelihara Kelinci 13

  1. Memilih Bibit Kelinci 13
  2. Jenis-jenis Kelinci 15
  3. Makanan Kelinci 18

C. Perkembangbiakan Kelinci 20

D. Penyakit dan Penanggulangan 21

E. Hambatan dan Solusi 24

  1. Cuaca 25
  2. Penyakit 25

F. Potensi Bisnis Kelinci 25

G. Pemasaran Kelinci 26

H. Hasil dan Prospek 26

  1. Hasil 26
  2. Prospek 26

BAB IV : PENUTUP
A. Kesimpulan 28
B. Saran 28

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

A. Alasan Pemilihan Judul
Pada tahun 1982, pemerintah menganjurkan agar kelinci dikembangkan sebagai ternak sumber daging untuk meningkatkan mutu gizi masyarakat. Namun usaha tesebut mengalami kendala sebab kelinci berkembang menjadi komoditas mahal, terutama harga bibitnya. Walaupun begitu, ternyata kelinci masih menjadi daya tarik sebagian masyarakat. Kelinci sebagai sumber daging konsumsi dan sebagai binatang kesayangan, karena banyak kelinci yang memiliki bulu indah sehingga layak dipelihara sebagai kelinci hias.

Selama ini, peternakan kelinci di Indonesia masih diusahakan sebagai peternakan keluarga yang bersifat sampingan. Kegiatan budidaya dan manajemen masih sangat sederhana. Maka dari itu penulis memilih judul “BUDIDAYA DAN PEMASARAN KELINCI HIAS“.

Adapun yang menjadi alasan pemilihan judul tersebut adalah sebagai berikut :

  1. Banyak petani yang kurang berminat beternak kelinci.
  2. Adanya faktor-faktor penghambat dalam beternak kelinci.
  3. Banyaknya peternak kelinci yang kurang mengetahui cara pemeliharaan kelinci yang sesuai.

B. Tujuan Penulisan Karya Tulis
Dalam pembuatan karya tulis ini penulis memiliki maksud dan tujuan sebagai berikut :

  1. Memberikan wawasan kepada pembaca bagaimana cara pemeliharaan kelinci yang baik dan menarik minat masyarakat untuk beternak kelinci.
  2. Guna memenuhi tugas dan syarat untuk mengikuti Ujian Akhir Nasional (UAN).

C. Pembatasan Masalah
Dalam menulis karya tulis ini penulis membatasi masalah tentang permasalahan budidaya ternak kelinci, agar dalam penulisan karya tulis ini tidak terlalu jauh menyimpang dari pokok permasalahan.

D. Metode Pengumpulan Data
Adapun metode-metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam karya tulis ini, penulis menggunakan beberapa metode yaitu :

  1. Metode Obsevasi
  2. Adalah penulis secara langsung datang melihat objek atau tempat yang akan dibuat dalam penulisan karya tulis.
  3. Metode Wawancara. Adalah penulis secara langsung mewawancarai atau tanya jawab dengan pemilik peternakan kelinci tersebut.
  4. Metode Literatur. Adalah cara yang digunakan oleh penulis dengan menggunakan buku-buku dan internet yang ada hubungannya dengan judul karya tulis.

E. Sistematika Penulisan
Untuk lebih memudahkan pembaca dalam memahami karya tulis ini, maka penulis membuat sistematika penulisan sederhana yaitu :

  • BAB I : Pada Bab Pendahuluan penulis menguraikan alasan pemilihan judul, tujuan penulisan, pambatasan masalah, metode pengumpulan data dan sistematika penulisan.
  • BAB II : Berisi teori-teori dan konsep-konsep yang digunakan penulis untuk membahas permasalahan pada judul karya tulis seperti pengertian ternak, asal-usul kelinci dan sekilas tentang kelinci hias.
  • BAB III : Menerangkan tentang pembahasan hasil penelitian kelinci hias, cara pemeliharaan kelinci, perkembangbiakan kelinci, penyakit dan penanggulangannya, hambatan dan solusi, potensi bisnis kelinci, pemasaran kelinci serta hasil dan prospek.
  • BAB IV : Sebagai terakhir karya tulis ini dari penulis mengetengahkan kesimpulan dan saran.
  • Sebagai kelengkapan karya tulis ini penulis menyertakan daftar pustaka

BAB II

LANDASAN TEORI

A. Pengertian Ternak
1. Menurut Undang-undang (UU) Nomor 6 Tahun 1967 Tentang : Ketentuan-ketentuan Pokok Peternakan dan Kesehatan Hewan. Yang dimaksud dengan :

  1. Ternak adalah hewan piara, yang kehidupannya yakni mengenai tempat, perkembangbiakannya serta manfaatnya diatur dan  diawasi oleh manusia serta dipelihara khusus sebagai penghasil bahan-bahan dan jasa-jasa yang berguna bagi kepentingan hidup  manusia.
  2. Peternak ialah orang atau badan hukum dan atau buruh peternakan, yang mana pencahariannya sebagian atau seluruh bersumber  kepada peternakan.
  3. Peternakan ialah pengusahaan ternak
  4. Peternakan murni ialah cara peternakan, dimana perkembangbiakan ternaknya dilakukan dengan jalan pengecekan antara  hewan-hewan yang termasuk satu rumpun.
  5. Perusahaan peternakan ialah usaha peternakan, yang dilakukan ditempat tertentu serta perkembangbiakan peternakan dan  manfaatnya diatur dan diawasi oleh peternak-peternak.

2. Menurut Pasal 2
Tujuan Umum
Di bidang peternakan dan pemeliharaan kesehatan hewan diadakan perombakan dan pembangunan-pembangunan dengan tujuan utama penambahan produksi untuk meningkatkan taraf hidup peternak Indonesia dan untuk dapat memenuhi keperluan bahan makanan yang berasal dari ternak bagi seluruh rakyat Indonesia secara adil, merata dan cukup.

Untuk mencapai tujuan termaksud dalam Pasal 2, maka pemerintah mengadakan perombakan dan pembangunan di bidang usaha :

  1. Peningkatan hasil perkembangbiakan ternak.
  2. Perbaikan mutu ternak.
  3. Perbaikan situasi makanan ternak.
  4. Perbaikan pengolahan bahan-bahan yang berasal dari ternak baik untuk keperluan konsumsi maupun industri dan keperluan  lain-lainnya.
  5. Perwilayahan ternak sebagaimana termaksud dalam pasal 14 dan usaha penyaluran ternak dan bahan-bahan berasal dari ternak.
  6. Pemeliharaan kesehatan hewan.

3. Menurut Pasal 8
Peternakan diselenggarakan dengan tujuan untuk :

  1. Mencukupi kebutuhan rakyat akan protein hewani dan lain-lain bahan yang berasal dari ternak yang bermutu tinggi.
  2. Mewujudkan terbentuknya dan perkembangannya industri dan perdagangan bahan-bahan yang berasal dari ternak.
  3. Mempertinggi penghasilan dan taraf hidup rakyat terutama rakyat petani-peternak.
  4. Mencukupi kebutuhan akan tenaga pembantu bagi usaha pertanian dan pengangkutan.
  5. Mempertinggi daya guna tanah.

B. Asal Usul Kelinci
Tidak ada yang tahu sejak kapan kelinci mulai ditemukan. Di Afrika beberapa abad yang lalu sebagai yang pertama kali memanfaatkan kelinci sebagai hewan peliharaan. Kemudian berkembang ke kawasan Mediterania sekitar 1000 tahun yang lalu. Dari hasil peternakan di Mediterania itulah kelinci kemudian mulai menyebar kedaratan Eropa. Setelah Bangsa Eropa memutuskan  bermigrasi ke berbagai benua baru yang ditemukan, maka hewan kelinci turut menyebar ke berbagai pelosok dunia. Termasuk didalamnya penyebaran ke Benua Amerika, Australia dan Asia.

Di Indonesia sendiri khususnya di Jawa, kelinci dibawa oleh orang-orang Belanda sebagai ternak hias mulai sekitar tahun 1835. Keberadaan kelinci di Indonesia hampir punah sejak kedatangan Jepang tahun 1942 kemudian berlanjut dengan zaman revolusi kemerdekaan sampai tahun 1950 an. Catatan yang ada hanya menjelaskan tentang keberadaan kelinci yang tidak pernah punah pada zaman itu karena ternyata banyak dikembangkan oleh para peternak didaerah pegunungan yang relatif aman dari pertempuran.

Selanjutnya baru pada tahun 1980 an pemeliharaan kelinci sebagai sumber daging mulai digagalkan pemerintah dengan tujuan pemenuhan peningkatan gizi masyarakat. Namun pola pengembangan tersebut tidak berjalan mulus. Hal itu terjadi karena hanya sebagian kecil peternak kelinci yang bertujuan untuk berdagang dan sisanya hanya untuk kesenangan saja.

1. Kelinci dan Spesiesnya
Kelinci ternak yang dikenal sekarang ini dahulu berasal dari kelinci liar. Dalam klasifikasi biologi kelinci termasuk Ordo  Logomorpha. Ordo ini tergolong hewan purba. Fosil yang ditemukan membuktikan bahwa kelinci berasal dari kalaeosen. Ordo ini  dibedakan atas dua famili, yaitu Ochotonidae dan Leporidae.

Masing-masing dibedakan berdasarkan rumus giginya. Secara  lengkap, rumus gigi dari kedua famili tersebut sebagai berikut :

Rumus gigi Leporidae dan
2.0.3.3
1.0.2.3

Rumus Ochotonidae
2.0.3.2
1.0.2.3

Famili Ochotonidae terdiri dari pika, sementara Leporidae terdiri dari terwelu dan kelinci.

a. Pika. Hewan-hewan kecil mirip kelinci disebut pica. Karena pandai bersiul, ada yang menyebut terwelu bersiul. Semua spesies pika  hidup berkoloni, menggali lubang tanah untuk tempat tinggal. Habitatnya daerah beriklim dingin, menempati daerah yang sering  kekurangan persediaan makanan. Makanannya terdiri dari bermacam-macam tumbuhan, terutama tumbuhan kering, seperti rumput,  ranting, lumut dan dahan-dahan pinus. Mereka punya kebiasaan memakan kotorannya sendiri.

b. Terwelu. Terwelu tersebar luas diseluruh daratan Eropa sebagai binatang liar. Ia sering diburu untuk diambil dagingnya. Terwelu  memiliki sosok tubuh yang besar dan menarik. Panjang terwelu dewasa antara 50 – 70 cm, bobotnya 4 – 5 kg. Kepalanya kecil,  kumis panjang, daun telinga jika ditarik kedepan bisa melampaui ujung hidung. Kaki depan kecil, pendek, berjari, dan berkuku  lima. Kaki belakang dua kali lebih panjang dibanding kaki depan, berjari dan berkuku empat.

Terwelu bersarang diatas tanah dan berkembangbiak 3 – 4 kali dalam setahun disarangnya. Setiap kali melahirkan 2 – 4 ekor  anak dengan masa hamil 40 – 50 hari.

c. Kelinci. Kelinci liar atau Orytolagus cuniculus tersebar dikawasan Afrika utara sampai Eropa yang merupakan habitat aslinya. Panjang  badan kelinci liar dewasa 45 – 50 cm, beratnya sekitar 3 kg. kelinci liar berpunggung melengkung, berekor pendek, berkepala  kecil, daun telinganya jika ditarik kedepan tidak bisa mencapai hidung.

Kelinci liar Orytolagus cuniculus inilah yang mengalami domestikasi satu-satunya spesies dari famili Logomorpha yang menjadi  jinak dan telah tersebar luas diseluruh dunia sebagai binatang peliharaan. Kelinci piaraan saat ini telah mengalami aneka  varietas, tipe ukuran dan manfaat sebagai binatang ternak.

C. Kelinci Hias
Jenis kelinci yang ada saat ini banyak sekali jumlahnya dan masing-masing jenis memiliki sifat tersendiri. Dari sekian banyak  kelinci hanya beberapa yang dapat dikembangkan, terutama untuk binatang peliharaan atau kesayangan.

1. Mengenal Morfologi kelinci
Kelinci berpunggung melengkung dan berekor pendek kepalanya kecil. akan tetapi ada beberapa kelinci yang telinganya terkulai  kebawah. Kelinci memiliki bibir yang bagian atasnya terbelah dan bersambung hingga hidung. Beberapa helai misai atau kumis  yang keras terdapat pada bagian hidung. Di sekitar mata terdapat beberapa helai bulu mata yang panjang. Telinga kelinci besar  dan banyak saluran darah sehingga diusahakan jangan memegang telinganya saat membawa kelinci karena akan kesakitan. Telinga  kelinci betina biasanya lebih besar dibanding pejantan. Kaki belakang kelinci lebih panjang dan kuat. Kelinci termasuk hewan  peloncat, tetapi loncatannya tidak bagitu kuat dan terkesan kurang lincah.

Sebagai hewan herbivora kelinci menyukai makanan berupa rumput-rumputan dan hijauan segar. Kelinci termasuk binatang malam,  artinya aktivitas hidupnya seperti makan, minum, dan kawinpun dilakukan pada malam hari.

Gigi kelinci akan terus tumbuh sepanjang usianya. Apabila pertumbuhan gigi tidak dibatasi maka gigi akan semakin panjang.  Untuk membatasi pertumbuhan gigi diusahakan disediakan pakan yang keras seperti jagung kering, ranting daun dan sepotong kayu  sebagai sarana untuk mengasah gigi dan kukunya. Di alam kelinci hidup secara bebas maka sebaiknya diberikan ruang gerak yang  memadai.

2. Memahami sifat dan karakter
Sebagai makhluk hidup, kelinci mempunyai sifat dan karakter yang unik seperi :

  1. Suka mengerat. Kelinci merupakan hewan yang ahli dalam mengerat dan menggali. Kelinci dewasa suka mengerat, tetapi cenderung lebih suka  mengasah giginya yang terus memanjang. Sama halnya hewan pengerat lainnya, kelinci sangat suka menggali, jika ada kesempatan  kelinci akan menggali lubang tanpa bosan.
  2. Cara berkomunikasi. Kelinci memiliki cara tersendiri untuk berkomunikasi, sehingga dibutuhkan kepekaan dan perhatian si pemelihara. Kelinci  berkomunikasi melalui pandangan, pendengaran dan penciuman. Kelinci dapat mengenal siapa saja yang tinggal di rumah, yang  sering memegang, mengelus dan memberinya makan. Kelinci sama sekali tidak bersuara saat lapar atau kenyang, kecuali jika  terdesak seperti kesakitan atau ketakutan. Pendengaran kelinci sangat sensitif. Kelinci mudah cemas jika mendengar suara  gaduh. Saat ketakutan akan menjerit dengan kuat dan berputar-putar kandang. Oleh karena itu tempatkan kandang di lokasi yang  tenang.
  3. Suka tempat yang tenang. Kondisi lingkungan disekitar kandang sangat mempengaruhi kelinci. Dalam cuaca sejuk, kelinci akan terlihat lebih aktif dan  nafsu makannya meningkat. Namun, jika dipelihara di lokasi yang agak panas akan terjadi peningkatan pernapasan melalui  paru-paru sehingga pernapasan akan lebih cepat. Pada suhu 31° C, kelinci mudah mengalami sakit paru-paru. Oleh karena itu,  ukuran dan konstruksi kandang memegang peranan penting dalam mengatur suhu tubuhnya.

D. Pengertian Pemasaran
1. Pemasaran merupakan suatu rangkaian kegiatan manusia yang berhubungan langsung dengan pasar, dalam rangka mewujudkan suatu  pertukaran potensial dengan tujuan memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen. Pemasaran merupakan proses yang berlangsung  sejak sebelum produk itu dibuat sampai produk siap dipasarkan atau sampai mencapai konsumen.

Menurut :

  1. Stanton. Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan bisnis untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan serta  mendistribusikan barang dan jasa yang memuaskan kebutuhan baik kepada pembeli yang ada maupun kepada pembeli yang potensial.
  2. Philip Kotler (1989). Mendefinisikan kegiatan pemasaran sebagai kegiatan manusia yang diarahkan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui  proses pertukaran.

Dari uraian diatas, ada tiga unsur pokok pengertian pemasaran

  1. Kegiatan manusia yang berhubungan langsung dengan pasar.
  2. Adanya kebutuhan dan keinginan yang dipuaskan.
  3. Adanya pertukaran nilai sebagai wujud daya beli manusia terhadap produk.

2. Konsep Pemasaran
Selain pengertian tentang pemasaran, juga akan dijelaskan mengenai konsep pemasaran yang bertujuan memberikan kepuasan  terhadap keinginan dan kebutuhan pembeli/konsumen. Konsep pemasaran menurut :

  1. Stanton (1984). Adalah suatu filsafat bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagi  kelangsungan hidup perusahaan.
  2. Philip Kotler. Adalah konsep pemasaran berpendapat bahwa fungsi untuk mencapai tujuan oraganisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan  keinginan pasar, sasaran dan penyerahan produk yang memuaskan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.

Konsep pemasaran disusun dengan menggunakan tiga faktor dasar yaitu :

  1. Seluruh perencanaan dan kegiatan perusahaan harus berorientasi pada konsumen / pasar / pembeli.
  2. Volume penjualan yang menguntungkan harus menjadi tujuan perusahaan.
  3. Seluruh kegiatan pemasaran dalam perusahaan harus di koordinasikan dan diintegrasikan secara organisasi.

BAB III

BUDIDAYA DAN PEMASARAN KELINCI HIAS 

A. Ternak Kelinci
1. Latar Belakang
Rata-rata masyarakat didaerah pedesaan memilih usaha yang kiranya bisa menghasilkan keuntungan yang cukup lumayan dari  pemanfaatan keadaan lingkungan sekitar mereka. Seperti pemanfaatan tanah yang subur, lahan yang cukup luas serta keadaan alam  semisal rerumputan-rerumputan yang tumbuh disekitar daerah persawahan dan perkebunan. Maka dari itu masyarakat desa lebih  memilih usaha beternak dan bertani.

Ada beberapa ternak yang dipilih masyarakat pedesaan, seperti ternak kambing, sapi, kerbau, unggas dan kelinci. Dalam karya tulis ini dipilih ternak kelinci karena dianggap lebih mudah cara pemeliharaannya dan lahan yang digunakan juga tidak terlalu luas,  karena menggunakan kandang yang dibuat secara praktis dan seekonomis mungkin.

Adapun alasan-alasan lain yang melatarbelakangi memilih ternak kelinci yaitu :

  1. Beternak kelinci sebagai usaha yang penghasilannya cukup lumayan menguntungkan.
  2. Kelinci adalah hewan yang cepat berkembang biak.
  3. Perawatan kelinci terbilang mudah.

2. Modal
Dikarenakan awal mula beternak kelinci adalah karena hobi, maka modal yang dikeluarkan tidak terlalu banyak. Dengan membeli dua kelinci jenis Angora  yang harga per ekornya adalah Rp. 200.000,-. . Namun setelah beberapa bulan melihat  perkembangbiakan yang cukup bagus, maka pengembangan hobi tersebut menjadi kegiatan yang menghasilkan. Dengan mengeluarkan modal yang berasal dari simpanan yang dimilikinya.

3. Persiapan Kandang Lokasi Kandang
Seperti halnya manusia memerlukan tempat berteduh, maka kelincipun juga memerlukan tempat untuk hidup yang layak. Jika  manusia memerlukan rumah, maka kelinci membutuhkan kandang sebagai tempat berlindung agar terhindar dari terik matahari,  basah karena hujan, kedinginan karena angin pada malam hari. Kandang terbuat dari kayu atau bambu, kawat ram, atapnya bisa dari seng, genting, fiber glass atau asbes. Kandang dapat ditempatkan dibelakang rumah.  Kandang dibuat beberapa tingkat yang bertujuan untuk menghemat lahan yang akan ditempati. Kandang juga dibuat beberapa kolong  atau sekat untuk memisahkan antara kelinci yang berbeda jenis.

Keterangan kandang :
Tinggi : 1,8 meter
Panjang : 2,4 meter
Lebar : 0,9 meter

4. Lokasi kandang
Kandang ditempatkan di dekat rumah supaya terjangkau keamanannya. Namun yang terpenting kandang harus terpisah dengan rumah,  sebab kelinci yang dikandang di dalam rumah tanpa perawatan khusus dapat menimbulkan bau tidak sedap bagi penghuni rumah dan  juga tidak baik untuk kesehatan.

B. Cara Memelihara Kelinci
1. Memilih bibit kelinci
Peternak harus menentukan tujuan, sebelum menjalankan usaha peternakannya. Peternak harus melakukan pemilihan dan menentukan  sendiri jenis kelinci yang akan diternakkan.

a. Bibit berkualitas
Agar usaha peternakan dapat dicapai, diperlukan bibit-bibit yang sehat, produktif, dan mampu menghasilkan banyak anak, baik  jantan maupun betina. Karakter dan ukurannya harus sesuai dengan standar ras yang berlaku. Usia bibit harus masih muda dan  dalam keadaan masih produktif.

Ciri-ciri kelinci sehat dan berotot, menunjukkan pemeliharaan telaten. Mesipun harganya tergolong tinggi, membeli bibit yang berkualitas memiliki beberapa keuntungan seperti :

  1. Angka kematian ternak rendah, bahkan ada kemungkinan semua anak bisa tumbuh sehat sampai dewasa.
  2. Tata laksana pemeliharaan lebih mudah, karena pembibit akan menunjukkan teknik dan tata cara pemeliharaan.
  3. Biaya produksi bisa diperhitungkan dengan mudah sesuai dengan skala ekonomis yang dikehendaki.
  4. Jelasnya modal dan biaya produksi yang diperlukan, sehingga tingkat kentungan yang diharapkan terukur pasti.

b. Ciri-ciri kelinci sehat
Bibit kelinci sehat memiliki sifat lincah dan aktif. Gerakannya aktif, tidak malas-malasan atau mengantuk dan memiliki nafsu makan yang tinggi. Secara umum bibit yang digunakan memiliki ciri-ciri fisik sebagai berikut :

1) Tipe kepala sesuai dengan ukuran badan. Kelinci bertubuh panjang membutuhkan tipe kepala yang panjang pula. Kelinci berbadan besar dan lebar memiliki kepala yang lebar pula. Kelinci kecil juga seharusnya kepalanya kecil.

Tipe kepala yang baik dan seimbang memiliki dasar telinga yang baik. Telinga tegak (kecuali Lop) panjang minimal 40 cm. daun telinga tebal, panjang dan tampak seimbang. Tipe kepala yang seimbang dan kompak sangat sesuai untuk semua ras kelinci, terutama untuk kelinci kecil seperti Dutch, Havana, Standard chincilla, Lilac, dan ras kelinci kecil lainya.

Mata kelinci yang baik adalah bulat bercahaya, selaput mata bersih. Padangan cerah, jernih, pandangan mata yang sayu dan kurang jernih menandakan kelinci kurang sehat kondisi fisiknya. Hidung kering, moncong dan mulut bersih. Kelinci yang hidungnya basah dan lembab, kemungkinan terserang pilek. Gigi taring tidak tajam.

2) Berkaki normal. Kaki normal cirinya kuat, kokoh dan berkuku pendek. Kakinya tidak bengkok atau cacat. Kaki yang cacat berbentuk huruf X (kaki bengkok keluar), dan membentuk huruf O (kaki bengkok kedalam). Kaki yang bagus cirinya lurus, sempurna dan baik. Jarak antar kaki depan dan belakang sama. Kaki belakang tampak rapat pada badan.

3) Berbadan bulat. Kelinci berbadan bulat, berdada lebar, padat dan singkat. Kondisi ini menujukkan keadaan secara fisik yang prima dan bertenaga kuat. Bentuk badan yang kuat juga mencerminkan kandungan daging yang banyak dan bisa dijadikan penghasil daging yang baik.

Kulit licin tidak terasa benjol-benjol kalau diraba, bulu bersih, licin, halus mengkilat dan rata. Dubur bersih, kering, tidak terdapat tanda kotoran bekas mencret. Calon induk betina berbadan panjang, bertulang punggung lebar dan rajin merawat  sarang dan merawat anak, yang berasal dari keturunan yang mempunyai 6-8 ekor anak hidup dan tumbuh seragam sampai disapih. Jumlah puting susu 8 buah.

Calon induk dengan ciri-ciri tersebut menunjukkan bahwa kelinci dapat beranak banyak, berumur panjang, masa produksinya lama, berkisar 2,5 – 3 tahun, sayang terhadap anak dan air susunya banyak.

4) Berekor lurus. Ekor kecil, tumbuh lurus keatas, Nampak menempel dengan punggung, ekor miring tidak rebah kesamping atau terpuntir, dan tidak jatuh. Ekor yang tidak lurus ke atas berarti cacat.

2. Jenis-jenis kelinci
Ada banyak ras dan varietas kelinci di dunia ini. Namun berdasarkan bobotnya, kelinci unggul dibedakan berdasarkan berat badannya setelah dewasa. Ras tersebut dibedakan menjadi tiga tipe yakni :

  • Tipe Kecil (small and dwarf) yang memiliki bobot tubuh 0,9 – 4 kg
  • Tipe sedang (medium) yang memiliki bobot tubuh 4 – 6 kg
  • Tipe besar (giant) yang memiliki bobot 5 – 8 kg

1) Ras kelinci hias dan karakternya
Berikut adalah beberapa jenis kelinci hias yang banyak diminati masyarakat yang memiliki hobi memelihara kelinci.

a) Angora. Ras Angora merupakan kelinci berbulu sangat tebal, halus dan kuat. Karena itu, ras angora banyak diternakkan dengan tujuan utama penghasil wol. Jenisnya terbagi menjadi dua, yakni Angora Jenis Inggris dan Angora Prancis. Bobot Angora mencapai 2,7 kg. warna bulunya ada yang putih, coklat, atau abu-abu. Ada juga yang disebut dengan lyon. Sebutan ini lebih menyesuaikan bentuk mukanya yang mirip singa (lion). Jenis lainnya adalah Angora Giant dan Angora Satin.

b) Rex. Kelinci ras Rex memiliki bulu yang sangat halus seperti beludru, tebal, padat dan mengkilat. Bobotnya mencapai 3,6 kg. kelinci jensi Rex ini sangat rentan terhadap penyakit karena pada dasarnya kelinci ini merupakan kelinci mutasi yang biasanya keturunan akibat perkawinan sedarah. Rex memiliki warna yang beragam.

Keanekaragaman warna pada Rex sangat menarik minat orang untuk memeliharanya.

c) Lop. Ras Lop berperawakan besar, kuat dan berbobot berat. Ras ini memiliki ciri khas, yaitu telinga menggantung atau ke bawah. Lop terdiri dari English Lop, Holland Lop, Prancis Lop, American Fuzzy Lop yang mencapai 4 kg. Jenis yang kini paling diminati adalah jenis American Fuzzy Lop yang berbulu panjang dan Angora Lop yaitu hasil persilangan antara Lop dan Angora.

d) Dutch. Kelinci asli Negara Belanda ini, baik jantan dan betina bobotnya mencapai 2,5 kg. Kelinci Dutch mudah dikenali karena  memiliki warna khas, yaitu berwarna putih dari punggung ke leher hingga ke kaki depan dan ujung kaki. Bagian belakang kepala hitam, coklat, atau abu-abu. Sifat keibuannya melebihi jenis kelinci lainnya.

e) Polish. Kelinci ras Polish ini biasanya disebut dengan Pole. Memiliki bulu berwarna putih, hitam atau coklat. Matanya berwarna merah delima atau biru. Polish memiliki bobot 1,5 kg. Ras ini sangat terkenal di Amerika dan Inggris.

f) New Zealand. Ada beberapa jenis New Zealand, yakni New Zealand White, red, dan black. New Zealand White paling banyak diternak karena terkenal sebagai penghasil daging yang baik. Hal itu karena pertumbuhannya relatif cepat. Pada umur 58 hari bobotnya dapat mencapai 1,8 kg dan pada saat dewasa dapat mencapai 3,6 kg.

g) Nederland Dwarf. Nederland Dwarf merupakan kelinci terkenal didunia yang berasal dari Belanda dengan bobot mulai dari 0,9 kg. tubuhnya pendek, kepala membulat, mata merah dan telinga berdiri tegak. Bulunya cantik dengan variasi aneka warna ( ada 30 jenis warna). Warna yang paling umum adalah putih, sable, marten, Himalaya, dan agouh. Namun yang paling populer adalah warna putih.

h) Satin.
Kelinci Ras Satin umumnya dipelihara untuk diambil bulunya. Keistimewaannya, warna bulunya mengkilap dan tebal. Bobot induknya bisa mencapai 3,5-5 kg. Badannya panjang, kepalanya lebar, leher pendek serta telinga berdiri tegak dan lebar seimbang dengan badannya. Kaki lurus dan kuku berwarna hitam gelap.

Kelinci yang diternakkan dalam karya tulis ini adalah kelinci jenis Angora. Angora merupakan salah satu jenis kelinci yang cantik dengan bulu yang halus, tebal dan kuat sehingga cocok dijadikan binatang kesayangan. Bobot jantan dan betina bisa mencapai 2,7 kg.
3. Makanan kelinci
a. Jenis-jenis pakan
Kelinci termasuk jenis ternak “pseudo – ruminant” yaitu herbivore yang tidak dapat mencerna serat-serta secara baik. Ia memfermentasi pakan di usus belakangnya. Fermentasi hanya terjadi di caecum (bagian pertama usus besar), yang kurang lebih merupakan 50 % dari seluruh kapasitas saluran pencernaannya.

Kelinci yang diternak hidup terbatas di sekeliling kandang. Kelangsungan hidupnya sangat ditentukan oleh perhatian dan perawatan peternaknya. Jenis, jumlah, dan mutu pakannya sangat menentukan pertumbuhan, kesehatan dan perkembangbiakannya.

Makanan kelinci ternakan terdiri dari :
1) Hijauan. Hijauan sebagai makanan pokok kelinci lazim diberikan oleh peternak kelinci tradisional. Pakan hijauan yang diberikan antara  lain rumput lapangan, limbah sayuran (kangkung, sawi, wortel, lobak, caisin, kol, daun singkong), daun turi, daun lamtoro, daun sepatu, daun karang panjang, daun ubi jalar, daun kacang tanah, daun dan batang jagung, daun papaya, talas dan lain-lain. Hijauan untuk pakan kelinci jangan diberikan dalam bentuk segar, tapi dilayukan terlebih dahulu untuk mengurangi kadar serat kasar, juga menghilangkan getah atau racun yang dapat menimbulkan kejang-kejang atau mencret. Perhari kelinci lokal dapat mengkonsumsi 1 kg hijauan yang berasal dari limbah sayuran atau daun-daunan.

2) Hay. Hay adalah rumput awetan yang dipotong menjelang berbunga. Rumput itu dikeringkan secara bertahap sehingga kandungan gizinya tidak rusak. Bahan untuk hay antara lain rumput gajah, setaria, pucuk tebu, atau rumput lapangan menjelang berbunga. Hay rasanya manis, kadar serat kasarnya tinggi.

Untuk persediaan, hay dapat digunakan sewaktu-waktu, terutama ketika hijauan segar sukar diperoleh karena kemarau panjang. Saat kelinci sakit terserang mencret, pemberian hijauan dihentikan. Sebagai gantinya diberikan 100% hay.

3) Biji-bijian. Biji-bijian berfungsi sebagai makanan penguat. Jenis makanan bisa jagung, padi, sorgum, kedelai, kacang tanah, dan kacang hijau.

4) Umbi-umbian. Ubi jalar, singkong, ganyong, uwi, dan umbi-umbian lain dapat diberikan untuk kelinci sebagai pakan tambahan.

5) Konsentrat. Konsentrat dalam peternakan kelinci berfungsi untuk meningkatkan nilai gizi pakan dan memudahkan penyediaan makanan.

b. Jenis pakan yang diberikan
Jenis pakan yang diberikan pada kelinci ternakan dalam karya tulis ini adalah hijau-hijauan yang biasanya dapat dicari sendiri di daerah persawahan, lapangan dan kebun yang berupa rerumputan atau terkadang kelinci diberikan dari hasil sisa sayur-sayuran yang tidak terjual dipasar-pasar tradisional.

c. Waktu pemberian pakan
Keteraturan pemberian pakan lebih penting dibandingkan dengan frekuensi pemberiannya. Pakan untuk kelinci boleh diberikan dua atau tiga kali sehari. Bisa juga sepanjang hari. Mengingat sifat alami kelinci sebagai binatang malam, volume pemberian pakan terbanyak sebaiknya diberikan sore atau malam hari.

C. Perkembangbiakan Kelinci
1. Persyaratan Lokasi
Di Indonesia kelinci dapat diternakkan atau dikembangkan dengan baik di daerah dengan ketinggian diatas 500 dpl, dan suhu  udara sejuk berkisar 15-18 C (60-85 F). Di daerah tersebut umumnya banyak tersedia pakan hijau yang digemari kelinci, berupa limbah sayuran dan tanaman pangan. Juga berbagai macam rumput dan hijauan pakan ternak lainnya yang disukai kelinci.

2. Seleksi induk
Produktivitas kelinci sangat tergantung pada pengelolaan. Salah satu unsur yang sangat mendukung pengelolaan adalah seleksi. Seleksi dilakukan secara ketat dan terus menerus berdasarkan sifat ras, penampilan fisik, usia, tingkah laku, daya produksi dan nilai ekonomis. Seleksi bibit berdasarkan ras sangat penting, terutama untuk menentukan tujuan peternakan yang terarah.

Seleksi dikerjakan dengan menyisihkan anak kelinci cacat dan lambat pertumbuhannya, dan menyingkirkan kelinci menjelang dewasa yang sifatnya kurang baik, terutama yang disiapkan sebagai calon induk.

Seleksi juga dilakukan dengan memasukkan kembali kelinci betina kedalam kandang pejantan yang pernah mengawininya. Kalau ternyata menolak, tidak mau dikawini, kemungkinan besar si betina telah hamil.

Meneliti perkembangan perut setelah dua minggu kawin. Bagian perut diraba dengan ujung jari telunjuk dan ibu jari, pelan-pelan ke belakang. Kalau terdapat tunas sebesar kelereng, berarti kelinci telah hamil.

3. Selama hamil
Kelinci hamil memerlukan perawatan yang lebih baik daripada biasanya. Perawatan yang dilakukan antara lain meningkatkan jumlah pakan yang diberikan, menjaga air minum jangan sampai kurang, menjaga ketenangan suasana kandang, menjaga sanitasi kandang dan lingkungan lebih baik.

Selain itu mutu gizi juga ditingkatkan dengan memberikan konsentrat sebagai makanan tambahan. Pakan induk hamil, membutuhkan kadar protein 16-20 %, lemak 3-3,5 %, serat kasar 14-20 % dan mineral 4,5-6,5 %.

4. Melahirkan
Perkembangan kelinci dapat diatur dengan kelahiran terencana. Kelahiran untuk kelinci terjadi 31-32 hari sesudah saat perkawinan yang berhasil, karena kehamilan kelinci berlangsung selama 28 – 35 hari.

Kelinci tipe sedang (bobot dewasa 4 kg) mulai dikembangbiakkan setelah berumur 6-7 bulan. Lama mengandung sekitar 31 hari. Lama induk mengasuh anak 51 hari. Berdasarkan data itu kelinci dapat diprogramkan melahirkan anak empat kali dalam setahun.

Program kelahiran diatur berpangkal pada kapan induk dikawinkan lagi setelah melahirkan. Anak kelinci yang telah mencapai umur 28 hari dapat disapih dengan memindahkan ke kandang pembesaran.

D. Penyakit dan Penanggulangan
Jumlah kematian kelinci yang disebabkan penyakit cukup tinggi, berkisar antara 15 % sampai 40%. Kamatian terjadi dari masa kelahiran hingga penyapihan.

Beberapa faktor penyebab timbulnya penyakit adalah kelengahan dalam menjaga sanitasi kandang. Pemberian pakan berkualitas  jelek, volume pakan kurang, air minum kotor atau kurang, kekurangan nutrisi (protein, vitamin, mineral), perubahan suhu, dan  ketidaktahuan mengenai penyakit kelinci.

Kelinci sakit menunjukkan gejala yang menyolok antara lain lesu, nafsu makan hilang, mata sayu, suhu badan naik turun.  Kelinci yang menunjukkan gejala-gejala tersebut sebaiknya dipisahkan dikandang karantina (dipisahkan dengan kelinci lain)  untuk dirawat sendiri.

Beberapa penyakit yang sering menyerang kelinci antara lain :
1. Enteritis Kompleks. Penyakit ini menyerang alat pencernaan, dan mejadi penyebab kematian paling umum pada kelinci di peternakan. Biasanya yang  diserang penyakit ini adalah anak kelinci yang masih menyusui.

Secara umum enteristis kompleks terjadi karena kelinci salah makan, jenis makanan yang diberikan tidak cocok atau sering berubah macamnya, terlalu banyak makan hijauan basah, cuaca buruk dan anak kelinci terlalu cepat disapih.

Pengobatannya dapat dilakukan dengan mengganti pakannya (semua hijauan) dengan “Hay” atau daun kacang kering selama satu hari. Selama itu kelinci jangan diberi hijauan, tapi perlu disediakan air minum yang telah dicampur antibiotic. Keesokan harinya kelinci diberi vitamin dan elektrolit. Antibiotic tetap diberikan sampai kelinci sembuh.

2. Pasteurellosis. Penyakit ini biasanya menyerang kelinci dewasa, baik jantan maupun betina. Penyakit ini menyerang alat pencernaan. Penyebabnya kuman “Pastuerella multocida”.

Infeksinya menjalar pada organ-organ seperti uterus, testicles, dan kelenjar susu.

Pembuangan kotoran yang lebih sering dengan dikombinasi adanya ventilasi yang baik dapat mengurangi timbulnya penyakit karena  Pasteurelliosis.

3. Young Doe Syndrome. Musim ini adalah musim terbaik untuk kelinci melahirkan dan menyusui. Musim panas memang waktu terbaik untuk kelinci bereproduksi. Dan bicara mengenai reproduksi kelinci, ada 1 penyakit yang harus diwaspadai para pencinta kelinci. Nama penyakit ini adalah Young Doe Syndrome. Penyakit ini biasanya menyerang induk kelinci yang sedang menyusui pada kelahiran pertama dan kedua. Penyebab penyakit ini adalah kuman bernama Stapphylorus Aureus yang menyebabkan bengkaknya kelenjar susu. Kuman ini masuk melalui luka yang terletak pada puting susu.

Akibat kuman ini induk kelinci mengalami Mastitis, dengan ciri2 suhu badan induk menjadi panas dan nafsu makan jauh berkurang. Puting susu yang keras dan bengkak membuat induk kelinci tidak mau menyusui anak2nya. Penyebab lain penyakit ini bisa juga karena pakan yang diberikan terlalu banyak mengandung biji2an, sehingga induk kelinci mengalami Enteritis yang kemudian berkembang menjadi Mastitis.

Cara Penangannya :

  1. Induk segera diisolasi di kandang terpisah.
  2. Induk disuntik dengan Penicillin, Dexatozoon, Sulmethonl, Sulfa Strong, atau Oxylin.
  3. Perbanyak pakan hijauan, kurangi konsentrat.
  4. Anak kelinci yang tidak disusui dapat diberikan Rabbit Milk, Susu Kambing Etawa, atau susu bayi umur 0 – 6 bulan.
  5. Kandang segera dibersihkan dan disemprot dengan disinfektan.

4. Kokkidiosis. Kokkidiosis terutama menyerang kelinci yang dipelihara di atas lantai. Penyebabnya kuman parasit (Protozoa) yang menyerang  usus atau hati.

Pengobatannya, kelinci diobati dengan obat-obatan yang megandung sulfa untuk menghambat diare misalnya Sulfa quino, xalin, trisulfa, sulfa strong. Dapat juga diobati dengan stop diare yang mengandung Tetracycline atau Eludron yang berupa obat tetes.

5. Sembelit. Sembelit menunjukkan gejala yang tidak biasa berak. Kencingnya sedikit sekali. Penyebabnya, pemberian ransum yang kering  kurang diimbangi dengan kebutuhan air minum yang cukup.

Pengobatannya dengan memberikan kelinci air minum yang sebanyak-banyaknya. Sediakan hijauan, sayuran dan buah-buahan. Selain  itu lepaskan kelinci dari kandang agar mendapatkan udara segar dan bergerak sebanyak-banyaknya.

6. Pilek. Pilek menyebabkan penderita bersin-bersin. Gejalanya hidung mengeluarkan lender berwarna jernih atau keruh.

Langkah penangannya, penderita harus dirawat, hidung yang penuh ingus disemprot larutan anseptik, kerak yang mengeras dibersihkan dengan air hangat. Obati kelinci dengan antibiotic seperti Penicillin atau Anticold.

7. Pneumonia. Penyakit ini juga biasa dikenal dengan nama radang paru. Sesuai dengan namanya maka penyakit ini menyerang paru-paru kelinci. Penyebab penyakit ini adalah sejenis kuman yang bernama Pasteurella Multocida. Penyakit ini sangat susah untuk disembuhkan dan menjadi salah satu penyebab kematian kelinci, kecuali jika kelinci segera diobati saat gejala masih dalam tahap permulaan.

Penyebabnya :
Perubahan cuaca, kelinci terkena angin langsung, udara kandang yang lembab, dan pakan yang kurang bergizi.

Gejalanya :
Kelinci kurang nafsu makan, selalu merasa haus, napas sesak sehingga kelinci sering mengangkat kepala tinggi-tinggi, hidung keluar nanah, suhu badan dingin, mata dan telinga kelinci berwarna kebiru-biruan, kotorannya encer/mencret yang terkadang disertai nanah.

Pengobatannya :
Jika gejala awal sudah terlihat sebaiknya kelinci harus segera diobati. Caranya yaitu dengan menyuntikan Oxylin 0,1 – 0,2 ml/kg berat kelinci, Penicillin 10.000 unit/5 -6 kg berat kelinci, atau Sulfa Strong 0,5 – 5 ml/kg berat kelinci yang diberikan lewat suntikan..

8. Kanker telinga. Kanker telinga ditandai rasa gatal dan sakit pada telinga yang terangsang. Daun telinga digosok-gosokkan, sehingga kulit telinga yang putih menjadi kemerah-merahan. Cairan keluar dari jaringan yang rusak lalu mengeras membentuk kerak.

Cara pengobatannya yaitu bagian telinga yang terserang diolesi dengan obat pembasmi kutu. Obat dibuat dengan campur 7 bagian iodium, 25 bagian minyak kelapa, dan 10 bagian alcohol. Obat dioleskan menggunakan kapas.

9. Cacingan. Penyakit cacingan pada kelinci disebut pinworm alias Oxyuris. Gejalanya badan kurus, pucat, dan nafsu makan berkurang.

Kelinci dapat diobati dengan pemberian obat cacing secara teratur. Pakan hijauan terutama rumput dan tumbuhan dekat tanah  harus bersih. Sanitasi kandang dijaga dengan baik.

10. Scabies Atau Kudis. Penyakit ini lumayan sering menyerang kelinci, apalagi yang dipelihara di tanah atau kandang postal. Penyebab dari penyakit ini adalah kutu ( sarcoptes scabie ) yang masuk ke dalam kulit dengan cara merusak lapisan kulit bagian atas. Hal ini menyebabkan infeksi kulit dengan ciri2 yaitu kulit kelinci berwarna kemerah-merahan, bulu rontok, dan gatal-gatal yang sangat pada kelinci. Pertama-tama akan menyerang bagian kepala, lalu menjalar ke mata, hidung, kaki, hingga akhirnya ke seluruh tubuh.

Pencegahannya adalah dengan rajin membersihkan kandang dan rutin menyemprot kandang menggunakan disinfektan ( Asuntal, Neguvan, dll ). Kandang yang pernah dihuni oleh kelinci yang terkena kudis harus dibersihkan dan disemprot dengan cermat, serta dibiarkan kosong kurang lebih selama 2 minggu.

Cara pengobatan kelinci yang terkena penyakit ini dapat dengan menyuntikan obat kutu diantara kulit dan daging ( ini apabila penyakitnya belum parah ). Obat buat injeksi ada banyak macam dan dapat dicari di toko pertanian. Apabila kudis yang dialami kelinci sudah agak parah maka sebaiknya lukanya segera dicuci dengan air hangat hingga bersih, dilap, setelah itu luka diolesi dengan obat kudis. Dapat diolesi dengan salep belerang atau bedak gatal untuk manusia yang dicampur minyak tanah terlebih dahulu. Lakukan pengobatan setiap 2 hari sekali.

Peringatan :

  •  Penyakit ini dapat menular ke manusia.
  •  Gunakan sarung tangan saat melakukan pengobatan.
  •  Cucilah tangan menggunakan sabun hingga bersih setelah melakukan pengobatan.

E. Hambatan dan Solusi
Dalam beternak para peternak pastilah sering mengalami hambatan yang menyebabkan peternak kelinci mendapati masalah tertentu, maka dari itu peternak berusaha mencari solusi agar masalah tersebut dapat diatasi. Adapun hambatan dan solusinya adalah sebagai berikut :

1. Cuaca

  • Keadaan cuaca yang berubah-ubah dari musim kemarau ke musim hujan atau sebaliknya dapat menimbulkan berbagai penyakit pada kelinci.
  • Pada musim kemarau peternak susah mendapatkan rumput sehingga peternak mencari rumput lebih banyak untuk persediaan beberapa hari kedepan.
  • Bahaya Musim Hujan. Musim hujan datang lagi, musim yang ditakuti banyak peternak kelinci. Kenapa? Karena di musim inilah biasanya banyak kelinci yang mati baik yang sudah besar khususnya bagi yang masih berumur 2 bulan kebawah. Penyebabnya banyak, namun kebanyakan disebabkan oleh kembung dan mencret. Hujan yang lebat dan angin yang kencang sangat berpengaruh terhadap kesehatan kelinci. Secara umum penyakitnya disebut dengan Enteritis Kompleks. Gejala dari penyakit ini adalah kelinci terlihat malas, kalau berdiri selalu membungkuk, perut kembung, nafsu makan turun, mata terlihat sayu, kotorannya encer dan berbau tidak sedap serta lendir menggantung di dubur, dan sering kita lihat kelinci mengkerotkan giginya karena menahan sakit. Cara penanggulangannya adalah dengan memberikan antibiotik yang dicampurkan di air minum atau makanannya, memperbanyak serat kasar, dan dapat pula ditambah dengan suntikan vitamin B12 atau Bkomplek ( 0,5ml/kg berat badan kelinci ). Namun ada yang lebih penting dari itu semua, yaitu menjaga kebersihan kandang. Udara yang basah dan lembab akibat musim hujan adalah faktor yang mempercepat kuman2 utk berkembang biak. Jadi kandang yang selalu terjaga kebersihannya merupakan salah satu kunci agar kelinci anda terbebas dari segala penyakit akibat musim hujan ini.

2. Penyakit
Jumlah kematian pada kelinci yang cukup tinggi disebabkan akibat penyakit yang menyerang itu semakin parah, peternak segera  memberikan perawatan dan pengobatan secara intensif.

F. Potensi Bisnis Kelinci
Ternak kelinci bila dikelola secara intensif dapat beranak 4-8 kali dalam setahun. Dengan tata laksana budi daya yang tepat dan benar akan mampu menghasilkan anak 6-8 ekor per kelahiran, sekaligus dapat dikelola menjadi industri yang cukup menjanjikan.

1. Ras komersial
Ada dua ras kelinci komersial yang paling umum diternakkan sebagai penghasil daging, yaitu new Zealand white dan California. Kelinci pedaging ini dapat mencapai berat 2 kg pada umur delapan minggu dengan tingkat pertumbuhan sekitar 40 gram perhari.

Sebagian besar kelinci ras dipelihara secara komersial untuk diambil daging, fur dan woolnya.

2. Penghasil pupuk kandang. Pada zaman Belanda, kelinci dipelihara sebagai binatang kesayangan elite pekerjaan perkebunan sebagai usaha sampingan dan ternak penghasil pupuk kandang sejak tahun 1940–an oleh para petani sayur. Selain sebagai penghasil daging, fur dan wool, kotoran kelinci dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kandang yang lebih baik untuk tanaman.

3. Masih potensial. Potensi kelinci masih memungkinkan untuk dikembangkan. Menurut informasi BLPP Ciawi, menyebutkan bahwa pasar komoditas kulit, bulu kelinci semakin meningkat.
Kulit bulu kelinci bisa dipakai sebagai bahan pakaian berbulu, jaket, selendang, tas, dompet, boneka, dan lain-lain.

G. Pemasaran Kelinci
Pemasaran yang ditempuh adalah :

  1. Menawarkan kelincinya kepada tetangga, teman agar mereka juga menawarkan kepada orang lain yang mempunyai kelinci hias.
  2. Pembeli datang sendiri yang biasanya dari berbagai daerah.
  3. Peternak biasanya menjual sendiri ke pasar hewan.

H. Hasil dan Prospek
1. Hasil
Dalam beternak kelinci biasanya peternak akan memperoleh hasil yang cukup memuaskan, sebab cara pemeliharaannya bisa dikatakan lebih mudah dibanding dengan hewan lain.

Perkembangbiakan kelinci cukup menggembirakan sebab sekali baranak menghasilkan 6-8 ekor. Dan dalam satu tahun dapat beranak 4-8 kali. Disamping itu potensi pakan untuk kelinci nampaknya tidak mengalami hambatan yang sangat berarti, biaya pemeliharaannya juga boleh dikatakan relatif murah. Bisa dibayangkan keuntungan apabila beternak kelinci, meskipun kecil harga kelinci tidak kalah dengan harga hewan ternak lainnya. Selain mudah dijangkau, harga kelinci per ekornya mencapai Rp. 100.000 – Rp. 300.000,- an.

Kemudian yang tidak kalah pentingnya kelinci bisa diambil daging, bulu, serta kotorannya. Nilai gizi yang terkandung dalam daging kelinci juga sangat tinggi.

2. Prospek
Berusaha hewan ternak untuk menambah penghasilan merupakan hal yang tepat. Pada saat ini beternak menghasilkan keuntungan, yang cukup memuaskan salah satunya beternak kelinci dipandang mempunya prospek yang cukup bagus.

Kemudian kalau kita melihat kenyataan dilapangan bahwa masalah pasar tidak perlu diragukan lagi, karena secara mata awam saja, kita dapat melihat berdirinya warung sate kelinci yang pengunjungnya cukup ramai. Ditambah masyarakat sekarang menyukai, kelinci sebagai binatang peliharaan yang unik dan lucu bagi sebagian orang. Dapat ditarik kesimpulan bahwa beberapa faktor tersebut merupakan tanda baik dan semangat untuk lebih intensif menternakkan kelinci. Belum lagi kita memikirkan bahwa kelinci mudah untuk dipelihara dan dijual, sehingga demikian maka ada beberapa alasan yang konkrit bahwa kelinci itu memang layak untuk dipelihara dan diternakkan oleh para petani ataupun kita yang ingin memeliharanya sebagai kelinci hias.

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Setelah penulis menyusun karya tulis ini, maka penulis dapat dapat mengambil kesimpulan sebagai berikut :

  1. Beternak kelinci merupakan pekerjaan yang ringan dan sangat bermanfaat bagi kehidupan di masyarakat.
  2. Peternak harus benar-benar mengetahui tanda-tanda kelinci yang sedang birahi dan juga mengetahui cara mengawinkan kelinci  yang benar.
  3. Beternak kelinci dengan cara yang baik dan benar serta memakai cara-cara yang benar maka akan membawa keberhasilan yang  memuaskan.
  4. Beternak kelinci tidak membutuhkan modal terlalu besar, serta tempat yang tidak terlalu luas, maka beternak kelinci mudah  dikembangkan sebagai usaha sambilan.

B. Saran
Berdasarkan uraian dan kesimpulan diatas, penulis mengemukakan saran untuk meningkatkan produktifitas dalam beternak kelinci  :

  1. Jika beternak kelinci, sebaiknya menyiapkan kandang terlebih dahulu.
  2. Beternak kelinci mempunyai prospek yang baik selain diambil dagingya, kelinci dapat diambil fur dan woolnya. Juga sebagai  binatang kesayangan (binatang hias).
  3. Dengan berbagai pengalaman yang ada hendaknya masyarakat lain dapat ditularkan ilmunya dari peternak.
  4. Untuk mencapai keberhasilan dalam mempraktikkannya harus benar, sebab dalam pemeliharaan satu kali belum tentu berhasil.

DAFTAR PUSTAKA

  • Hustamin, Rudy. 2006. Panduan Memelihara Kelinci Hias. Jakarta : Agro Media Pustaka.
  • Basu Swastha, dkk. 1990. Manajemen Pemasaran Modern. Yogyakarta : Penerbit Liberty.
  • Putra, Gusti Merdeka dan N.S. Budiana. 2007. Kelinci Hias. Jakarta : Penebar Swadaya.
  • Sarwono, B. 2001. Kelinci Potong dan Hias. Jakarta : Agro Media Pustaka.

 

KELINCI MANDIRI PASURUAN

Breeding, Collection, Sales and Supplies Rabbit

share

About these ads

Tentang Kelinci Hias Pasuruan

Memaksimalkan usaha Kelinci sebagai Sumber perekonomian keluarga

Posted on Mei 14, 2011, in Budi Daya dan Pemasaran Kelinci and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: